
woodcabin. (2012-???)
Jauh sebelum eleventwelfth muncul dan populer, Indonesia sebenarnya sudah memiliki band yang membawakan musik midwest-emo. Mereka adalah woodcabin.
Midwest-emo, sebuah istilah yang kerap kali digunakan untuk mendefinisikan jenis musik emo bernuansa melankolis dengan permainan gitar njelimet nan skillful yang mengiringinya. Di Indonesia, gelombang musik ini pertama kali menyeruak ke ranah populis melalui kemunculan eleventwelfth dengan video klipnya yang berjudul ‘your head as my favorite bookstore’ pada tahun 2017 silam. Sejak saat itu, eleventwelfth dan midwest-emo di Indonesia seakan nggak terpisahkan dan menjadi top-of-mind hingga saat ini. Tapi, taukah kamu kalau sebenarnya sudah ada band yang memainkan musik ini di Indonesia terlebih dulu pada tahun 2013 lalu? Jauh sebelum musik ini populer dan diikuti oleh orang banyak. Band tersebut adalah woodcabin.
woodcabin. merupakan proyek musik beranggotakan Prabu (Saturday Night Karaoke), Brian (cubfires), dan Farras (Cotswolds) yang terbentuk pada sebuah kampus di Jatinangor. Pada saat itu, istilah midwest-emo belum terlalu populer dan melabeli musik yang mereka mainkan sebagai “twinkle-daddies”. Walaupun, pada akhirnya itu cuma istilah aja, sih. Alias sebenernya sama aja. Karena secara musik, mereka memang mengambil inspirasi dari band-band seperti Cap’n Jazz, Merchant Ships, Midwest Pen Pals, You Blew It!, hingga Jawbreaker.
Berbeda dengan karakter musik midwest-emo yang muncul belakangan di Indonesia yang terdengar teknikal karena injeksi math-rock yang kentara dan dengan nuansa melankolis penuh kesedihan yang mendominasi. Apa yang woodcabin. mainkan terasa jauh lebih angsty dan raw.
Teriakan mentah yang keluar seperti ketika sedang meluapkan amarah, sound gitar yang clean tanpa penggunaan efek bejibun untuk memanipulasi suaranya, hingga permainan drum yang enerjik, merupakan beberapa hal yang akan kamu temukan pada musik mereka. Walaupun saya yakin nggak semua di antara kamu menyukai ataupun familiar dengan jenis musik midwest-emo yang seperti ini. Tapi kalau buat saya personal, elemen-elemen tersebut lah yang membuat musiknya terasa sangat jujur dan personal.
Selisih beberapa waktu dari kemunculan woodcabin., sebenarnya ada satu band lagi yang membawakan nuansa serupa pada musiknya. Mereka adalah What The Sparrow Did To You yang kini para personilnya telah tersebar ke beberapa band, yaitu cubfires, Vvachrri, dan Bedchamber. Bahkan kedua band tersebut sempat berkoalisi untuk mengeluarkan album split bertajuk ‘WxW’ (2014) yang dirilis oleh Sailboat Records. Selain itu, woodcabin. dan What The Sparrow Did To You juga merupakan pengisi dari album kompilasi yang memantik gelombang emo revival di Indonesia, yaitu ‘Revolution Autumn’ (2014). Sehingga, sah rasanya kalau menobatkan kedua band tersebut sebagai dua band midwest-emo pertama di Indonesia.
Sayangnya, seperti band-band emo keren lainnya, umur mereka terbilang sangat singkat. Tercatat mereka terakhir mengeluarkan karya pada tahun 2014 dan manggung pada tahun 2016 di sebuah studio gigs di Bandung. Lalu kemudian hilang entah ke mana, tanpa alasan dan status yang jelas hingga saat ini. Apakah bubar? Hiatus panjang? Atau alasan lainnya? Entahlah. Melihat mereka kembali berkarya atau (lebih muluknya) manggung, bakalan jadi salah satu momen yang akan saya tunggu sampai kapanpun.
Menurut saya, woodcabin. adalah sebuah band yang muncul terlalu cepat -atau mungkin bisa juga disebut beyond (?)- sebelum akhirnya hilang tak berjejak. Coba aja kalau mereka muncul saat ini, di saat orang sudah banyak mengenal midwest-emo dan tertarik buat menguliknya lebih jauh. Saya rasa akan banyak orang yang menyukainya dan menunggu namanya untuk muncul di flyer gigs-gigs di bawah tanah.
Jadi, buat kamu yang ngaku suka sama midwest-emo, buruan dengerin woodcabin. sekarang juga!